Jumat, 18 November 2011

ANATOMI KARYA ILMIAH by: Mr. JASRI


ANATOMI KARYA ILMIAH
Oleh: Muhammad Jasri Djangi
( Staf Pengajar Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar)

            Karya tulis ilmiah adalah karya yang dikembangkan atas dasar metode ilmiah. Langkah-langkah pengembangan metode ilmiah mencakup: (1) perumusan masalah; (2) studi literatur dan pengamatan kenyataan; (3) perumusan hipotesis dan uji kebenarannya; (4) penulisan laporan penelitian. Karya tulis ilmiah dapat berupa makalah atau artikel, laporan praktik lapangan (tugas akhir program Diploma), skripsi (program Sarjana), tesis (program Magister), dan disertasi (program Doktor).
            Secara umum karya tugas akhir (skripsi, tesis, disertasi), kecuali naskah untuk artikel jurnal, terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pembuka, tubuh tulisan, dan bagian akhir. Bagian pembuka terdiri atas (1) halaman sampul, (2) abstrak, (3) halaman judul, (4) halaman pengesahan, (5) riwayat hidup, (6) prakata, (7) daftar isi, (8) daftar tabel, (9) daftar gambar, dan (10) daftar lampiran. Unsur lain yang mungkin ada ialah daftar singkatan atau glosari. Tubuh tulisan terdiri atas (1) pendahuluan, (2) tinjauan pustaka, (3) bahan dan metode, (4) hasil dan pembahasan, dan (5) kesimpulan (simpulan) dan saran. Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka (harus ada) dan lampiran (kalau ada).

Bagian Pembuka
            Bagian pembuka dapat diibaratkan hanyalah asesoris. Pada makalah tidak perlu ada, tetapi pada karya tugas akhir (skripsi, tesis, dan disertasi) harus ada. Tata cara penulisannya agak berbeda pada setiap perguruan tinggi. Berikut beberapa penjelasan tentang bagian pembuka ini.
            Pengetikan karya ilmiah disarankan menggunakan kertas HVS 70-80 gram berukuran 21,59 cm x 27,94 cm (kuarto). Huruf yang dianjurkan ialah ”Times New Roman” dengan font 12 (atau Arial 11) untuk teks. Judul bab diketik dengan font 14, sub-subbab font 12. Semua judul dicetak tebal. Naskah diketik spasi dua dengan pias 4 cm dari tepi kiri dan pias 3 cm dari kanan, atas, dan bawah kertas. 
            Nomor halaman pada bagian pembuka dinyatakan dengan “i, ii, iii, dan seterusnya”. Nomor halaman ini tidak dicantumkan pada halaman tersebut, namun dinyatakan dalam daftar isi.
            Daftar tabel diperlukan jika terdapat dua atau lebih tabel, demikian juga halnya gambar dan lampiran.  Halaman persembahan  diletakkan setelah halaman abstrak. Ungkapan dalam halaman persembahan menggunakan kalimat sederhana, tidak lebih dari kalimat, tanpa hiasan atau gambar.
            Judul. Judul karya tugas akhir harus menarik, positif, singkat, spesifik, tetapi cukup jelas untuk menggambarkan penelitian yang dilakukan. Judul sebaiknya tidak lebih dari 12 kata (tidak termasuk kata sambung dan kata depan) yang mengandung beberapa kata kunci untuk memudahkan penelusuran pustaka. Nama latin untuk makhluk yang sudah umum tidak perlu digunakan dalam judul. Singkatan yang tidak perlu harus dihindari.
            Abstrak. Abstrak merupakan bagian dari skripsi, tesis, dan disertasi, dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Abstrak merupakan ulasan singkat mengapa penelitian dilakukan, bagaimana penelitian dilaksanakan, hasil yang penting-penting, dan kesimpulan (simpulan) utama dari hasil kegiatan.  Abstrak dapat disusun dalam beberapa paragraf dan panjangnya tidak lebih dari 250 kata. Penggunaan singkatan dihindari, kecuali akan disebutkan dua kali seperti istilah ”infra merah (IR)”, selanjutnya ditulis IR. 
            Abstrak diketik diketik dengan satu spasi termasuk judul. Kata ”ABSTRAK” ditulis dengan huruf kapital dan diletakkan ditengah. Nama lengkap penulis diketik dengan huruf kapital dua spasi dibawah judul dan dimulai dari batas kiri, kemudian disusul judul penelitian. Huruf pertama setiap kata pada judul diketik dengan huruf kapital kecuali kata depan dan kata sambung. Selanjutnya, ”Dibimbing oleh xxx” (nama lengkap pembimbing, tanpa gelar) yang ditulis dalam huruf kapital. Kemudian teks abstrak disusun seperti menyusun paragraf.
            Prakata. Prakata dapat memuat informasi kapan dan lama penelitian dilakukan, lokasi, dan sumber dana penelitian bila biaya bukan dari dana sendiri. Ungkapan terima kasih kepada pihak lain yang membantu seperti bantuan teknis dan saran yang diterima. Rektor, dekan, ketua jurusan dalam kapasitasnya sebagai pejabat tidak perlu diberi ucapan terima kasih. Penomoran dan ungkapan berlebihan dihindari. Selain itu, persantunan ini perlu diungkapkan dengan serius, wajar, dengan tutur kata yang beradab, tanpa memuji-muji siapapun, dan tidak terkesan main-main.
Panjang prakata sebaiknya tidak lebih dari satu halaman.
Tubuh Tulisan
            Tubuh tulisan terdiri atas beberapa bab: bab I pendahuluan; bab II tinjauan pustaka; bab III bahan dan metode; bab IV hasil dan pembahasan; bab V kesimpulan (simpulan) dan saran.
            Pendahuluan ditempatkan sebagai bab I  biasanya terdiri atas  (1)latar belakang, (2) perumusan masalah, (3) tujuan, (4) manfaat penelitian, dan (5) hipotesis (jika ada). Pada bagian ini dikemukakan alasan yang kuat mengapa penelitian dilakukan, proses identifikasi, dan pembatasan masalah. Masalah dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Tujuan berisi pernyataan singkat dengan menggunakan kata kerja yang hasilnya dapat diukur atau dilihat, seperti menjajagi, menguraikan, menerangkan, menguji, membuktikan, atau menerapkan suatu gejala, konsep atau dugaan atau bahkan membuat suatu prototipe.
            Permasalahan penelitian merupakan dasar atas penyusunan teori, hipotesis, metode, unsur-unsur penelitian lainnya. Ada tiga segi untuk mengukur kelayakan suatu masalah penelitian. Pertama, dari segi keilmuan. Latar belakang pengetahuan yang cukup seorang peneliti seharusnya sesuai dengan topik yang akan diteliti. Kedua, dari segi metode keimuan. Masalah penelitian harus dapat dipecahkan melalui langkah-angkah berpikir ilmiah atau metode ilmiah. Ketiga, dari segi kepentingan dan kegunaannya. Kepentingan penelitian tergantung pada peneliti. Sebagai mahasiswa S1, S2, dan S3 berbeda kedalaman dan keluasan masalah yang diteliti. Kegunaan penelitian diarahkan pada pengembangan ilmu atau penerapan.  Sumber masalah dapat diperoleh dari studi pustaka (buku atau hasil penelitian) dan studi penjajakan atau kombinasi keduanya.  
            Tinjauan pustaka. Biasanya merupakan bab II dan  memuat tinjauan singkat dan jelas atas pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian. Pustaka  yang digunakan hendaknya yang terbaru seperti artikel hasil penelitian (pustaka primer)  yang dapat diperoleh pada jurnal penelitian baik yang tercetak atau yang dapat diakses dari internet. Uraian dalam tinjauan pustaka merupakan dasar untuk menyusun kerangka pikir atau konsep yang digunakan dalam penelitian. Berdasarkan tinjauan pustaka inilah hipotesis dikemukakan (jika ada). Kumpulan pustaka yang memadai akan sangat membantu dalam memilih metode, melaksanakan penelitian, dan menyusun argumentasi pada bab pembahasan.
            Bahan dan Metode. Metode penelitian yang digunakan dapat berupa analisis suatu teori, metode percobaan, atau kombinasi keduanya. Metode yang digunakan diuraikan secara terperinci (peubah/variabel, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data, serta cara penafsiran). Tempat dan waktu penelitian dituliskan pada prakata saja, kecuali jika sangat berkaitan dengan metode. Jika jenis bahan tidak banyak uraiannya dapat disatukan dengan metode. Sumber bahan dapat dituliskan sepanjang hal itu sangat spesifik. Kegiatan/prosedur kerja yang dilakukan ditulis sesuai urutan pengoperasiannya menggunakan kalimat pasif bukan kalimat aktif.
            Hasil dan Pembahasan. Hasil penelitian sewajarnya disajikan secara bersistem. Untuk memperjelas dan mempersingkat uraian, berikan tabel, gambar, grafik, atau alat penolong lain. Data yang terlalu ekstensif perlu dibuat ikhtisarnya dan diulas dengan kata-kata, data yang terlalu rumit dan menurunkan keterbacaan sebaiknya dilampirkan saja. Hasil yang diperoleh ditafsirkan dengan memperhatikan masalah atau hipotesis yang telah dibuat. Pembahasan terhadap hasil penelitian merupakan kumpulan argumen mengenai relevansi, manfaat, dan kemungkinan atau keterbatasan percobaan, serta hasilnya. Hubungkan temuan temuan dalam penelitian dengan penelitian sebelumnya dengan jalan menunjukkan persamaan dan membahas perbedaannya.
            Kesimpulan (atau Simpulan) dan Saran. Kesimpulan memuat ringkasan hasil penelitian dan jawaban atas tujuan atau hipotesis penelitian. Saran dikemukakan seharusnya berasal dari hal yang berkaitan dengan pelaksanaan atau hasil penelitian.
            Pola umum yang telah dikemukakan di atas berlaku untuk penyusunan skripsi, tesis, dan disertasi. Untuk laporan praktik lapangan biasanya memuat, keadaan umum tempat praktik, kegiatan praktik, dan kesimpulan atau penutup. Format untuk untuk artikel jurnal mengacu pada ketentuan yang berlaku pada jurnal tersebut. Sebagai panduan umum penulisan artikel untuk jurnal ilmiah, Farr (1985) merumuskan
IMRAD (Itroduction, Material and Methods, Results, And Discussion).
Daftar Pustaka
Achmadi, Suminar S. dkk. 2001. Pedoman Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah.           Bogor: IPB Press.
Soeseno, Slamet. 1981. Teknik Penulisan Ilmiah Populer. Jakarta: Gramedia.
Sudjana, Nana. 1999. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar Baru Alg.
SISTIMATIKA ISI LAPORAN PENELITIAN

KULIT MUKA/SAMPUL
LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN
PRAKATA
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL (jika ada)
DAFTAR GAMBAR (jika ada)
BAB I. PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
  2. Perumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat penelitian

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
  1. Deskripsi Teori
  2. Landasan Teori
  3. Kerangka Pikir
  4. Hipotesis (jika ada)

BAB III. METODE PENELITIAN
  1. Jenis Penelitian
  2. Variabel Penelitian
  3. Defenisi operasional Variabel
  4. Populasi dan Sampel
  5. Teknik Pengumpulan Data
  6. Teknik Analisis Data

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
  1. Hasil Penelitian
  2. Pembahasan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan
  2. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

CATATAN: Untuk penelitian bidang teknologi dan IPA, BAB III dapat
disederhanakan seperti berikut:
BAB III. METODE PENELITIAN
  1. Bahan dan Alat
  2. Prosedur Penelitian

TUGAS PKN


PELANGGARAN – PELANGGARAN DALAM BERBAGAI BIDANG

Q      Pelanggaran Dalam Bidang Ekonomi

1.      Data  Pelanggaran

Ø  Penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan pribadi (korupsi)
Ø  Pelanggaran terhadap wajib pajak
Ø  Melakukan berbagai cara untuk menguntungkan diri sendiri walaupun merugikan orang lain ( Nepotisme )

2.      Sebab – Sebab Pelanggaran

Ø  Penyalahgunaan kekuasaan yang melampaui batas kewajaran hukum oleh para pejabat atau aparatur negara.
Ø  Mengutamakan kepentingan pribadi atau klien di atas kepentingan publik oleh para pejabat atau aparatur negara yang bersangkutan.
Ø  Kurangnya kesadaran para pemimpin terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
Ø  Kurang profesionalnya para aparatur negara dalam mengemban tugasnya.
Ø  Kurang dijunjung tingginya  hukum yang berlaku di Indonesia.

3.      Akibat Pelanggaran

Ø  Korupsi menyebabkan perbedaan yang tajam di antara kelompok sosial dan individu baik dalam hal pendapatan, prestis, kekuasaan dan lain-lain.
Ø  Korupsi juga membahayakan terhadap standar moral dan intelektual masyarakat Ketika korupsi merajalela, maka tidak ada nilai utama atau kemulyaan dalam masyarakat.
Ø  Korupsi menyebabkan sikap individu menempatkan kepentingan diri sendiri di atas segala sesuatu yang lain dan hanya akan berfikir tentang dirinya sendiri semata-mata.
Ø  Kemiskinan merajalela dalam negara dan terjadi ketidakstabilan dalam negara.
Ø  Terjadi ketidak percayaan masyarakat terhadap aparatur negara.

4.      Alternatif Pemecahan

Ø  Hukum di Indonesia perlu ditegakkan dan dijunjung setinggi - tingginya.
Ø  Perlunya seleksi yang ketat demi menjaring aparatur negara yang profesional, jujur, bijaksana, adil dan bertanggung jawab.
Ø  Perbaikan moral secara dini, dengan melakukan pendidikan moral dan karakter di sekolah – sekolah.

Q      Pelanggaran Dalam Bidang Hukum

1.      Data  Pelanggaran

Ø  Penggelapan dan pencurian dalam berbagai hal
Ø  Pelanggaran terhadap asusila
Ø  Terorisme ancaman terhadap desintegrasi bangsa
Ø  Terjadinya pertidaksamaan masyarakat di mata hukum

2.      Sebab – Sebab Pelanggaran

Ø  Kurang tegasnya lembaga hukum dalam mengambil keputusan sehingga setiap keputusan yang mereka ambil hanya dapat diterima oleh salah satu pihak tanpa memikirkan pihak lain.
Ø  Banyak diantara penegak hukum yang tidak menjalankan tugasnya secara profesional, misalya masih banyak dari mereka yanh masih menerima uang suap.
Ø  Aktifitas teroris telah membidik dan memanfaatkan ideologi dan agama bagi masyarakat dunia sebagai garapan agar memihak kepada perjuangan mereka.
Ø  Dengan memanfaatkan kemampuan teknologi modern saat ini teroris dapat menghancurkan sasaran yang diijinkan dari jarak jauh, seperti telepon genggam atau bom bunuh diri seperti yang terjadi di Bali.
Ø  Kesadaran masyarakat masih sangat kurang untuk menjunjung tinggi dan menegakkan hukum.

3.      Akibat Pelanggaran

Ø  Pelaksanaan hukum yang diharapkan untuk memajukan Indonesia akan sangat sulit untuk dicapai.
Ø  Terpecahnya persatuan antara seluruh rakyat Indonesia akibat terorisme, karena dapat menimbulkan prasangka antara ras dan agama.
Ø  Semakin banyak penegak hukum yang tidak profesional .
Ø  Terjadi kesenjangan antara masyarakat akibat tidak dijunjung tingginya hukum.



4.      Alternatif Pemecahan

Ø  Perlu adanya perbaikan yang signifikan dalam sistem/lembaga hukum demi terbentuknya aparatur hukum yang profesional dan negara yang kondusif.
Ø  Perlu adanya sosialisasi lebih lanjut mengenai hukum yang berlaku di Indonesia yang dikemas dengan menarik agar pelaksanaan hukum dapat dijalankan dengan baik dan mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

Q      Pelanggaran Dalam Bidang Politik

1.      Data  Pelanggaran

Ø  Money politik ( politik uang)  adalah semua tindakan yang disengaja memberi atau menjanjikan uang atau materi lainya kepada seseorang supaya tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta pemilu tertentu, atau menggunakan hak pilihnya dengan cara tertentu sehingga surat suaranya menjadi tidak sah atau dengan sengaja menerima atau memberi dana kampanye dari atau kepada pihak-pihak yang dilarang menurut ketentuan undang-undang nomor 12 tahun 2003 tentang pemilu atau dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar dalam laporan dana kampanye pemilu.
Ø  Tindakan sewenang wenang ( penyalahgunaan wewenang)


2.      Sebab – Sebab Pelanggaran
Hal-hal yang mendorong terciptanya Money Politics,dimasyarakat adalah sebagai  berikut:
Ø  Tidak adanya komitmen pejabat atau pegawai dan sebagian masyarakat dalam memegang nilai-nilai keimanan, misalnya perasaan diawasi oleh Allah SWT, dan keyakinan akan perhitungan amal pada hari kiamat.
Ø  Tidak adanya komitmen pejabat atau pegawai dan sebagian masyarakat dalam memegang nilai-nilai moral misalnya: jujur, berkata benar, bersih, menjaga rasa malu ('iffah) serta menjaga kehormatan diri.
Ø  Tidak adanya system pemantauan dan pengawasan yang efektif dari atasan sampai bawahanya, dan kalaupun ada merekapun cenderung menunda nunda pelaksanaanya.
Ø  Merebaknya budaya Nepotisme, basa basi, dan lobi-lobi sedang konsentrasi hanya pada titik-titik pengecualian disertai ketiadaan komitmen memegang peraturan, system, kaidah, dan prosedur, serta tiadanya panutan yang dapat diteladani.

3.      Akibat Pelanggaran
Ø  Rakyat belum siap merupakan  dampak dari keadaan masyarakat yang belum siap dan belum mengerti arti sebuah kepemimpinan yang terbaik, bangsa  dan dilatarbelakangi masalah sosial, ekonomi, pendidikan serta moral yang berbeda-beda tersebut maka bisa menjadi suatu kelemahan dalam penentuan kepemimpinan bangsa yang butuh pemimpin yang terbaik dan handal tersebut yang sangat empuk mudah dimanfaatkan para calon pemimpin bangsa ini dengan menebar janji-janji muluk (jargon) atau dalam bentuk lainya seperti menggulirkan materi baik berupa sembako, kaos dan bahkan uang melalui berbagai kesempatan.
4.      Alternatif Pemecahan
Ø  Sponsorship
Peran sponsorship masih dianggap ikut membantu kesuksesan  dalam pencapaian menjadikan siapa untuk menjadi pimpinan eksekutif atau anggota legilatif masihlah sangat  besar dilapangan, namun disisi lain apabila masyarakat sudah mengerti bahwa semua yang dilakukan seperti itu dampaknya sangat besar terutama dari sisi negatifnya, masyarakat tidak akan mempan diiming-iming kenikmatan apapun juga.

Ø  Pemimpin yang Ideal. Bagaimana untuk menjawab  kepemimpinan yang ideal ke depan yang sangat diidam-idamkan masyarakat di era otonomi daerah yang sudah berjalan ini sekiranya pendidikan masyarakat harus terus ditingkatkan dengan semakin banyaknya sosialisasi tentang politik, ketatanegaraan dan pemerintahan yang baik.
Ø  Memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dalam pemilu adanya money politik akan mengurangi tercapainya asas-asas dari pemilu
Ø  Memberikan sanksi kepada pelaku money politik baik pemberi maupun penerimaq suap dalam pemilu





Q      Pelanggaran Dalam Bidang Sosial Budaya

1.      Data pelanggaran :

Ø  Penyimpangan norma
Ø  Kesenjangan ekonomi tingkat atas dan tingkat bawah
Ø  Menjatuhkan budaya pada daerah lain
Ø  Persatuan dan kesatuan yang belum tercapai
Ø  Beberapa masyarakat masih bersifat kedaerahan

2.      Sebab – Sebab Pelanggaran :

Ø  Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi.
Ø  Pertentangan antar agen sosialisasi
Ø  Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat
Ø  Terbentuknya perilaku penyimpangan di lingkungan sekitar

3.      Akibat Pelanggaran :

Ø  Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, perampokan.
Ø  Terjadinya tindak kriminal
Ø  Menggunakan dan mengedarkan narkotika

4.      Alternative Pemecahan :

Ø Memperbaiki proses sosialisasi dari keluarga
Ø Membentuk kepribadian yang baik
Ø Lingkungan yang lebih kondusif dan teman sepermainan
Ø Menggunakan media elektronik dengan hal-hal yang positif




Q     Pelanggaran Dibidang Lingkungan Dan Sumber Daya Alam

1.      Data pelanggaran:

Ø Penebangan liar
Ø Eksploitasi SDA yang berlebihan
Ø Pencemaran lingkunagan
Ø Penjualan flora dan fauna secara illegal
Ø Pengrusakan SDA hayati

2.       Sebab – Sebab Pelanggaran :

Ø Menginginkan keuntungan yang lebih dengan cara yang lebih mudah
Ø Kurangnya kesadaran dan rasa cinta pada lingkungan
Ø Kurangnya lapangan pekerjaan sehingga muncul banyak pengangguran yang mencari   pekerjaan yang lebih mudah

3.      Akibat-akibat Pelanggaran:

Ø  Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
Ø  Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
Ø  Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Ø  Mengurangi cadangan SDA sebagai akibat dari eksploitasi berlebihan
Ø  Kerusakan karang di lautan
Ø  Terjadi kelangkahan flora dan fauna akibat penjualan iligal

4.Alternativif  Pemecahan :
Ø Mengeluarkan undang-undang mengenai perlindungan flora dan fauna
Ø Meningkatkan propaganda kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap pentingnya lingkungan dan sumber daya alam.
Ø Memberikan penyuluhan rutin kepada masyarakat-masyarakat yang berada dilingkungan kumuh tentang lingkungan dan sumber daya alam.
Ø Mempertegas/memperketat UUD tentang lingkungan dan sumber daya alam.
Ø Mendirikan lembaga-lembaga yang bertugas mengontrol tentang pelanggaran-pelanggaran terhadap lingkungan dan sumber daya alam





Q      Pelanggaran Dalam Bidang Industri

1.      Data Pelanggaran
Ø  Pencemaran lingkungan yang terjadi akibat limbah dari perusahaan
Ø  Penipuan dalam bidang kualitas dan kuantitasdari produk yang dihasilkan.

2.      Sebab – sebab Pelanggaran
Ø  Kurangnya kesadaran para pengelolah industri akan pentingnya lingkungan bagi masyarakat.
Ø  Munculnya sikap egois yang lebih mementingkan diri sendiri tanpa mengetahui bahwa sikap yang mereka lakukan sangat berdampak buruk bagi masyrakat sekitar tempat industri tersebut.
Ø  Kurangnya perhatiaan dari pemerintah sehingga para pengolah perusahaan bisa sewenang-wenang.
Ø  Adanya keinginan untuk memperoleh keuntungan sebesar – besarnya tanpa mempedulikan kualitas produk dengan kesesuaian harga.

3.      Akibat Pelanggaran
Ø  Terjadinya berbagai macam bencana alam seperti: banjir
Ø  Kesehatan masyarakat di daerah tersebut sangat terganggau dan memprihatinkan.
Ø  Masyarakat sangat dirugikan karena mendapatkan produk kualitas rendah, namun telah mengeluarkan biya yang mahal.

4.      Alternatif Pemecahan
Ø  Sebaiknya pemerintah lebih meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan industri .
Ø  Lembaga-lembaga yang berwenang dalam mengawasiproduk sebelum di perjual belikan perlu diperketat, agar tidak menimbulkan kerugian kepada masyarakat luas.


Q      Pelanggaran Dalam Bidang Komunikasi

1.      Data Pelanggaran
Ø  Penyalahgunaan situs internet, misalnya situs pornografi dan penipuan.

2.      Sebab - Sebab Pelanggaran
Ø  Kurangnya kesadaran para pengguna akan dampak yang ditimbulkan bagi perbuatan mereka.
Ø  Perkembangan teknologi yang serba modern
Ø  Kurang selektifnya masyarakat dalam menanggapi perkembangan zaman sehingga hal yang mestinya dapat bemanfaat bagi mereka justru menjadi hal berakibat buruk.

3.      Akibat Dari Pelanggaran
Ø  Banyak dikalangan remaja yang melakukan perbuatan seks sebelum nikah.

4.      Alernatif Pemecahan
Ø  Sebaiknya kita harus lebih selektif dalam mengikuti perkembangan zaman.
Ø  Ikut serta dalam berbagai organisasi  keislaman
Ø  Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt.



SEKIAN