Senin, 15 Agustus 2011

Puisi Kemanusiaan Q


Ketika Nurani Dipertanyakan
Oleh: Rinawati


Wajah-wajah mungil tak berdosa
Bertelanjang kaki dengan pakaian compang-camping belel
Bersenjatakan genjrengan-genjrengan kumal
Menengadahkan tangan, menjual suara
Berharapkan recehan, demi sesuap nasi sederhana
           
            Nampak jelas dimatamu
            Binar-binar bahagia
Saat  recehan rupiah mendarat di tangan kecilmu
bibirmu, seakan tak ingin berhenti berucap syukur

Tubuh-tubuh ringkih yang bergelut dengan debu dan asap knalpot
Yang silih berganti dengan mentari terik  tanpa ampun menghujammu
Namun kau tiada goyah menegadahkan tanganmu
Menyanyikan lagumu yang terkadang sumbang
Hanya untk sesuap nasi

            Terkadang kau harus menelan ludah kelu
            Cemoohan dan umpatan orang-orang tak bernurani
seakan-akan musik harian yang harus kau dengar

             
           



           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar