Ketika Nurani Dipertanyakan
Oleh: Rinawati
Wajah-wajah mungil tak berdosa
Bertelanjang kaki dengan pakaian compang-camping belel
Bersenjatakan genjrengan-genjrengan kumal
Menengadahkan tangan, menjual suara
Berharapkan recehan, demi sesuap nasi sederhana
Nampak jelas dimatamu
Binar-binar bahagia
Saat recehan rupiah mendarat di tangan kecilmu
bibirmu, seakan tak ingin berhenti berucap syukur
Tubuh-tubuh ringkih yang bergelut dengan debu dan asap knalpot
Yang silih berganti dengan mentari terik tanpa ampun menghujammu
Namun kau tiada goyah menegadahkan tanganmu
Menyanyikan lagumu yang terkadang sumbang
Hanya untk sesuap nasi
Terkadang kau harus menelan ludah kelu
Cemoohan dan umpatan orang-orang tak bernurani
seakan-akan musik harian yang harus kau dengar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar